Suka Duka Menjadi Penulis Tamu, Dibayar Murah Hingga Tak Dibayar Sama Sekali (Serta Penjelasannya)


Suka-Duka-Menjadi-Penulis-Tamu,-Dibayar-Murah-Hingga-Tak-Dibayar-Sama-Sekali

Salam manis dari admin pada postingan kali ini akan membahas Suka Duka Menjadi Penulis Tamu, Dibayar Murah Hingga Tak Dibayar Sama Sekali yang sudah diterbitkan pada tanggal (11/01/2020 02:26:14), Adapun penjelasannya akan dibahas secara detail dibawah ini jadi baca sampai selesai ya !, Berikut ulasan Suka Duka Menjadi Penulis Tamu, Dibayar Murah Hingga Tak Dibayar Sama Sekali:

Menjadi Penulis Tamu – Apa itu penulis tamu? Penulis tamu ialah kegiatan (pekerjaan) mengirimkan atau menulis artikel di situs orang lain.

Menjadi penulis tamu ialah salah satu cara buat mendapatkan uang via internet, karena hasil tulisan yang berhasil dimuat atau diterbitkan biasanya akan mendapatkan bayaran berupa uang.

Baca ini ya : 5 Daftar Situs Menulis Artikel Online Dibayar Mahal Berbahasa Indonesia

Setelah membaca pemaparan di atas, apakah kamu tertarik menjadi penulis tamu? Jika iya, mungkin kamu bisa membaca ulasan di bawah ini hingga selesai.

Menjadi Penulis Tamu Itu Tidaklah Mudah

Berikut ini ialah beberapa situs yang memberikan kamu kesempatan buat menjadi penulis tamu:

1. Klik Mania

2. Jalan Tikus

3. Shopback

4. Mojok

5. Baca

6. IDN Times

7. Maxmanroe

8. BaBe, dll.

Itulah tadi 8 situs yang bisa kamu coba buat mulai menulis. Sekarang, yang menjadi pertanyaan ialah mudahkah menerbitkan artikel di situs-situs yang sudah disebutkan tadi?

Berikut ini jawabannya:

1. Klik Mania

Untuk menerbitkan artikel di Klik Mania tidaklah sesusah yang dibayangkan, karena di situs ini, kamu bisa memilih beberapa kategori yang cukup banyak, di antaranya ialah:

1. Review Produk

2. Tekno

3. Travel

4. Peluang Usaha

5. Kisah Inspiratif

6. Bisnis, hingga berita-berita terbaru seputar dunia internet.

Ya, dengan banyaknya kategori artikel, seorang penulis diharapkan mampu mengeksplor kemampuannya, sehingga akan muncul artikel-artikel yang berkualitas.

Di Klik Mania, artikel saya kok tidak terbit ya? Jika kamu mengalami hal yang demikian, silakan tengok kembali halaman contributor.

Baca dan pahamilah peraturan-peraturan yang ada, dan pastikan kamu tidak membuat kesalahan sepele (melanggar) saat menulis artikel yang kemudian mengakibatkan artikelmu tidak terbit.

2. Jalan Tikus

Blogger di Indonesia pasti tahu nama situs yang satu ini. Ya, Jalan Tikus ialah salah satu situs terkenal yang juga memberikan kesempatan kepada masyarakat luas buat menjadi penulis tamu.

Mudahkah menerbitkan artikel di Jalan Tikus? Tidak mudah, karena di situs ini sudah ada penulis tetapnya, sehingga artikel yang dikirimkan penulis tamu, kemungkinan besar dimuatnya hanya 20%.

Meski susah menerbitkan artikel di situs ini, bukan berarti kamu tidak bisa melakukannya. Kamu tetap bisa melakukannya, asalkan artikel yang kamu buat betul-betul baru dan informatif.

Jadi, tetaplah berjuang sekuat tenaga, mestipun kenyataannya susah.

3. Shopback

Kamu yang suka menulis tentang gaya hidup, kuliner, dan ingin menjadi penulis tamu buat niche tersebut, bisa memilih Shopback buat dijadikan platform menulis (mengirimkan) artikel.

Bagaimana dengan penerbitannya? Cukup mudah, asalkan kamu tetap mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku, seperti:

1. Tidak plagiat

2. Ukuran foto 600 x 400 pixel

3. Mencantumkan sumber foto

4. Menulis sebanyak 700 kata, dll.

Harus 700 kata? Iya, karena itu ialah peraturan yang mereka berlakukan. Dan setiap artikel yang berhasil diterbitkan akan mendapatkan bayaran sebesar Rp. 5.000.

Bagaimana tertarik?

4. Mojok

Di situs resminya, Mojok mengatakan, artikel-artikel yang biasa mereka terbitkan bisa dibuat dalam waktu 10 menit dan bisa dibuat saat naik angkot, menunggu kereta, antre di supermarket, dan lain-lain.

Benarkah demikian?

Tidak benar, karena itu hanyalah sikap rendah hati Mojok sebagai media anti mainstream di Indonesia.

Faktanya, buat menerbitkan artikel di Mojok amatlah susah, karena berita-berita yang diangkat harus up to date dan unik. Selain itu, faktor adanya penulis tetap juga menjadi alasan kuat mengapa menerbitkan artikel di Mojok amatlah susah.

Penulis Tetap Menjadi Penghalang?

Jika dipikir-pikir dengan akal sehat, susahnya menulis di beberapa platform yang sudah memiliki penulis tetap itu wajar, karena mereka tiap bulannya memang dibayar.

Jika tulisan para penulis tetap tidak terbit atau cenderung memilih tulisan para penulis tamu, itu justru aneh, karena pemilik situs bisa-bisa merugi dan penulis tetap hanya akan memakan gaji buta.

Jadi, saat artikelmu selalu ditolak lantaran adanya penulis tetap tidak usah heran, karena hal tersebut memang wajar dan sistemnya memang begitu.

Pelajaran yang Bisa Diambil

Ulasan ringkas tentang penerbitan artikel yang dimulai dari Klik Mania hingga Mojok ialah salah satu contoh, sekaligus bukti jika menulis artikel atau menjadi penulis tamu itu bukanlah pekerjaan yang mudah.

Seseorang saat memutuskan diri buat menjadi penulis tamu, maka ia harus harus mencari topik yang sedang ramai diperbincangkan, dibutuhkan, berguna, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Jadi, apajika kamu tertarik menjadi seorang penulis tamu, tolong camkan hal ini baik-baik agar tulisan enak dibaca. Dan yang amat terpenting ialah jangan hanya mengincar bayarannya saja, sehingga kualitas artikel menurun.

Masih ada 4 situs yang belum disebutkan, di antaranya ialah:

1. Baca

2. IDN Times

3. Maxmanroe

4. BaBe

Untuk mengetahui mudah atau tidaknya menerbitkan artikel di keempat situs tersebut, kamu bisa mencobanya sendiri, karena Baca, IDN Times, Maxmanroe dan BaBe terbuka buat publik.

Suka dan Duka Menjadi Penulis Tamu

Penulis tamu itu sama seperti kegiatan atau pekerjaan lain yang di dalamnya ada suka dan duka. Kamu mau tahu apa saja suka dan duka yang dialami seorang penulis tamu? Jika iya, silakan menyimak ulasan di bawah ini!

Sukanya Menjadi Penulis Tamu

1. Mendapat Bayaran

Salah satu alasan terbesar yang membuat seseorang ingin menjadi penulis tamu ialah karena mereka dibayar. Ya, mestipun bayaran tidak terlalu besar, setidaknya mereka (penulis tamu) bisa menggunakan uang hasil menulisnya buat jajan, membeli odol, atau keperluan lain.

Jadi, itulah hal yang menggembirakan (suka) yang akan kamu dapatkan saat menjadi penulis tamu. Buat yang masih sekolah atau kuliah sangat cocok dengan pekerjaan ini, karena mereka bisa meringankan beban orang tua dengan tidak meminta-minta uang jajan lagi.

2. Tidak Ketinggalan Informasi

Poin yang satu ini secara tidak langsung akan menghampiri seorang penulis tamu. Kok bisa? Karena saat seorang penulis tamu ingin menulis artikel, pasti mereka akan mencari-cari (menggali) informasi lebih dalam ke beberapa situs lain.

Nah, dari perjalanan mereka mencari-cari informasi itulah, update berita harian dan terkini akan didapatkan, sehingga penulis tamu yang dulunya kurang update bisa berubah menjadi sosok yang selalu up to date.

3. Lebih Peka KBBI

Coba kamu pilih kata-kata berikut ini, manakah menurutmu yang amat benar!

Antre atau antri?

Silahkan atau silakan?

Di

sini atau disini?

Ijin atau izin?

Jika kamu menjawab antri, silahkan, disini dan ijin, maka jawabannya salah. Namun apajika kamu menjawab antre, silakan, di sini dan izin, jawaban itu benar.

Ya, itu ialah salah satu keuntungan dari menjadi penulis tamu, di mana kita bisa belajar lebih tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sebagian orang mungkin masih menyepelekan hal ini, walau percayalah lambat laun mereka akan memperbaiki diri dan akan belajar lagi tentang penulisan atau penggunaan kata-kata yang benar dalam bahasa Indonesia.

4. Sebagai Portofolio

Katakanlah kamu ingin menjadi content writer di sebuah perusahaan atau menjadi freelance writer di sebuah situs, maka pertanyaan yang tidak bisa dihindari ialah sudah pernah nulis di mana?

Ya, jika kamu menjawab belum pernah menulis sama sekali, bisa jadi peluangmu buat mendapatkan pekerjaan yang diinginkan semakin berat.

Namun apajika kamu menjawab sudah pernah menulis, maka peluang lebih terbuka dan tak menutup kemungkinan kamu berhasil mendapatkannya.

Perbanyaklah menulis, karena dengan semakin banyak menulis, berarti kamu sudah mengumpulkan banyak portofolio. Dan semakin banyak portofolio, semakin banyak pula orang-orang yang akan menghargaimu.

5. Meningkatkan Keterampilan

Yang dimaksud keterampilan ialah saat kamu disuguhi sebuah tema atau judul, maka isi konten yang ingin kamu bahas sudah ada di dalam pikiran.

Ya, terkadang kita bisa melihat ada penulis yang bisa menyelesaikan berpuluh-puluh tulisan dalam satu hari. Padahal, sebelumnya ia belum mengetahui apa tema atau judul yang diberikan.

Namun itulah faktanya, karena semakin kita sering menulis, semakin terasah pula kemampuan kita dalam membuat konten yang berkualitas.

Itulah tadi lima hal yang bisa disampaikan dari hal-hal yang disukai saat menjadi penulis tamu. Sekarang, mari kita melihat hal-hal yang tidak disukai (duka) dari menjadi penulis tamu.

Dukanya Menjadi Penulis Tamu

1. Bayaran yang Terlalu Murah

Di Indonesia, buat menemukan situs yang membayar penulis tamunya dengan bayaran murah banyak sekali. Adapun buat menemukan situs yang membayar penulisnya dengan mahal amat sangat sedikit dan bisa dihitung dengan jari.

Sebagian orang yang membayar penulis dengan murah, memiliki anggapan, bahwasanya menulis itu merupakan pekerjaan yang mudah. Padahal, jika mereka langsung turun tangan buat menulis belum tentu mereka bisa melakukannya.

Menulis itu tidaklah mudah, karena menulis harus merangkai kata-kata agar enak dibaca, menghindari typo, membaca kembali tulisannya sebelum diterbitkan, dan beberapa hal lain.

Jika kamu menemui situs yang terlalu murah memberikan bayaran, maka pikir-pikirlah terlebih dahulu, karena menulis itu sama seperti pekerjaan lain, di mana otak dan anggota badan diajak bergerak buat mengeluarkan hasil yang optimal.

2. Kurang Dihargai

Mungkin kamu pernah mendengar atau menemukan langsung situs yang membayar penulisnya berdasarkan hitungan views.

Jika kamu menemukan situs yang seperti itu, maka berpikirlah dua kali buat menulis (mengirimkan) artikel di dalamnya. Mengapa demikian?

Karena itu ialah salah satu bentuk kurang menghargai penulis, khususnya penulis tamu. Bayangkan saja, kamu menulis artikel sebanyak 300 kata. Kemudian, perhitungan fee (bayaran) menggunakan views, di mana tiap views yang mencapai 100 hanya mendapatkan 50 rupiah.

Jika tiap 100 views hanya dihargai 50 rupiah, maka buat mencapai 1000 rupiah, kita harus menunggu berapa tahun? Bisa saja ujung-ujungnya tidak dibayar, dan kebanyakannya memang demikian.

Itulah tadi dua hal yang bisa disampaikan dari hal-hal yang tidak disukai (duka) saat menjadi penulis tamu. Jika dilihat dari ulasan di atas, maka akan terjadi perbandingan yang cukup jauh, yakni 5:2.

Sukanya ternyata lebih banyak?

Memang sukanya lebih banyak, walau yang menjadi kendala atau masalah terbesar tetap pada fee, karena apajika fee sedikit lebih tinggi, tentu akan mensejahterakan seorang penulis.

Mungkinkah Bayaran Penulis Tamu Tinggi?

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, termasuk masalah tingginya bayaran seorang penulis tamu. Mungkinkah bayaran seorang penulis tamu tinggi?

Mungkin saja. Namun, saat seorang penulis tamu menuntut bayaran tinggi akan ada konsekuensi yang harus dijalani, di antaranya ialah:

1. Bayaran tinggi, tapi artikel susah buat diterbitkan, karena review yang terlalu lama dan ketat.

2. Bayaran tinggi, tapi artikel harus ilmiah dengan pembahasan begitu mendalam.

3. Bayaran tinggi, tapi artikel harus betul-betul unik dan belum ada di situs mana pun.

4. Bayaran tinggi, tapi jumlah kata harus banyak, misalkan 1.000 atau 1.500.

Nah, itulah beberapa konsekuensi yang harus dihadapi apajika penulis tamu menuntut bayaran yang tinggi.

Mengapa beberapa situs tidak berani membayar tinggi?

Ada banyak alasan, di antaranya ialah:

1. Sumber pemasukan situs hanya dari Google Adsense.

2. Sumber pemasukan situs hanya dari iklan (bekerjasama dengan perusahaan lain).

3. Sumber pemasukan situs dari perusahaan lain, misal startup.

4. Situs masih memperbaiki fitur-fitur yang ada, sehingga menghabiskan banyak uang.

5. Situs sudah memiliki penulis tetap.

6. Situs sudah memiliki banyak penulis tamu.

Kesimpulan

Masalah bayaran itu sebetulnya tergantung individu masing-masing. Jika kamu memang mengejar bayaran tinggi saat menjadi penulis tamu, maka carilah situs-situs yang membayar mahal penulisnya.

Adapun buat kamu yang ingin mengasah bakat menulis, menambah portofolio, relasi, dan beberapa hal lainnya, bisa menulis di beberapa situs yang bayarannya tidak terlalu tinggi, walau tetap membayar.

Lagipula menulis itu bukan hanya masalah uang, karena menulis itu berbagi ilmu, berbagi manfaat yang tujuan akhirnya diharapkan berguna bagi orang lain.

Intinya saat kamu memutuskan menulis atau menjadi penulis tamu jangan pikirkan bayarannya, karena saat kamu memikirkan bayarannya, kepalamu bisa pusing 2 hari 2 malam.

Itulah tadi pembahasan yang bisa disampaikan mengenai suka duka menjadi seorang penulis tamu. Semoga pembahasan ini berguna, dan seperti biasa, apajika ada tambahan atau pertanyaan, kamu bisa mencantumkannya di kolom komentar.


Termakasih sudah membaca sampai selesai "Suka Duka Menjadi Penulis Tamu, Dibayar Murah Hingga Tak Dibayar Sama Sekali" silahkan share and komen jika ada pertanyaan, Kamu juga dapat membaca postingan sebelumnya yaitu Cara Jitu Memperkuat Jaringan 4G dan Membuat Stabil Sinyal di Smartphone Anda

0 Response to "Suka Duka Menjadi Penulis Tamu, Dibayar Murah Hingga Tak Dibayar Sama Sekali (Serta Penjelasannya)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel